JANGAN PUTUS ASA

Posted by Zaim Buzz

Jangngan Putus Asa

Mei 1, 2008 oleh fatimah

Ketika semua serba salah, sebagaimana biasanya

Ketika jalan yang kau tempuh terasa mendaki

Ketika uang hanya sedikit, sedangkan utang melilit

Dan kau ingin tersenyum, tetapi kau terpaksa mengeluh

Ketika urusan terasa agak membebanimu

Istirahat kalau perlu, tapi jangan berhenti



Hidup ini aneh bila tanpa lekuk dan liku

Seperti yang kadang-kadang kita alami

Dan banyak kegagalan yang kita jumpai

Ketika semestinya kita berhasil, ada saja yang menghalangi

Namun jangan menyerah kendati gerak maju tampak lambat

Siapa tahu berhasil pada usaha berikutnya



Keberhasilan adalah sisi lain kegagalan

Seperi tinta perak dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah tahu seberapa dekat tujuanmu

Mungkin sudah dekat ketika bagimu terasa jauh

Maka tetaplah berjuang bahkan ketika hantaman semakin keras

Ketika segalanya tampak sangat buruk

Kau tetap tak boleh berhenti























Jangan Putus Asa Rintangan,


Di dalam hidup, rintangan, ujian dan halangan adalah lumrah.

Tidak kisah apa usaha anda, jangan sesekali putus asa. Walau apa pun yang mendatang kepada anda, hadapi ia dengan cekal dan tabah.
Lama kelamaan, hati anda akan teguh dan kuat di dalam mengharungi hidup ini.

Bagi diri saya sendiri sebagai contoh, walau pun saya sudah lama melakukan bisnes, namun cabaran tetap ada dan saya bukanlah seorang yang kuat motivasi. Terkadang rasa kecewa juga dengan karenah pelanggan dan masalah yang menimpa.

Namun, saya anggap itu semua asam garam di dalam membentuk diri saya agar lebih kuat dan berani melakukan usaha perniagaan. Saya tidak boleh lari, kecewa dan putus asa.

Jika kita putus asa, bermakna kita telah menghukum diri sendiri.

Seperkara lagi, jika direnungkan baik-baik, hanya diri kita yang akan menentukan ke mana dan apa yang akan kita lakukan/dapat. Jelas, kita mempunyai pilihan dan bukan orang lain yang akan menentukan.

semua berada di tangan diri kita.......
Dan dekatkanlah diri kepada yang kuasa,agar di beri petunjuk untuk dapatkan jalan yang terbaik......

JANGAN MENYERAH

Posted by Zaim Buzz

Menerima Apa Adanya

Posted by Zaim Buzz


Membaca kehidupan, adalah berlayar dalam kancah yang tak kita pahami sebelumnya. Tak jarang pelayaran harus mengalami amukan badai. Pelayaran dalam kehidupan semakin rumit dengan berbagai kesulitan yang membentang di depannya, jika dihadapi dengan sikap yang tak semestinya. Ketika itulah, manusia diuji ketangguhannya dalam menghadapi masalah.


Terkadang ingatan kita kembali ke masa lalu, sekedar mengingat-ingat setiap tindakan yang telah kita tempuh di masa itu, saat kita terbentur masalah yang mirip atau bahkan sama dengan masalah yang sedang kita hadapi saat ini. Untuk bahan pertimbangan agar langkah penyelesaian masalah yang ditempuh tidak keliru.

Lalu, setelah segenap kemampuan telah dikerahkan…segala ide telah diujikan. Bagaimana hasil yang tercapai?. Kadang berhasil dan sesuai dengan kemauan atau berhasil namun tidak seperti yang diinginkan. Bagaimana perasaan kita ya? Puas? Atau malah kecewa.

Bahwa manusia harus berikhtiar untuk setiap detik hidupnya. Tapi setelah semua ikhtiar itu. Kita harus tawakal, menyadari manusia hanyalah mampu berusaha sementara Allah-lah yang menetapkan segalanya. Di sanalah saat Qona’ah (menerima apa adanya) dibutuhkan untuk menyejukkan kepenatan kita setelah melakukan sekian banyak manuver untuk merubah hidup lebih baik.

Menerima apa adanya..karena kita menyadari hidup berjalan sesuai ketetapan Allah. Sehingga kita tidak akan menyesali nasib saat yang didapat tak seperti yang dimaui. Kita pun takkan sibuk mencari kambing hitam, menyalah-nyalahkan orang atas kegagalan yang kita alami. Sebab kita punya qona’ah itu. Dan qona’ah takkan terwujud tanpa sikap ridha terhadap takdir-Nya. Adakah pilihan lain bagi kita sebagai seorang hamba selain ridha atas segala ketetapan-Nya? Sebab setelah ridha kita akan bersabar, kemudian bersyukur, lalu…menerima apa adanya.

Pernah penulis membaca buku almarhum Imam Samudra (Aku Melawan Teroris). Terlepas dari segala ketidaksetujuan penulis terhadap pemikirannya tentang Bom Bali..namun ada satu kalimat di dalam buku itu yang menyentuh saya: ujian itu pasti, sabar itu pilihan.

Ujian adalah sebuah kepastian. Sementara kita punya pilihan untuk bersabar atau tidak. Tetapi, sabar adalah pilihan terbaik. Berangkat dari kesabaran, kita menjadi hamba yang pandai bersyukur, hamba yang pandai bersyukur akan mencapai qona’ah…menerima apa adanya.

by: umukamilah on: Mei 2, 2009